Taman Gantung Babilonia, Keajaiban Dunia yang Terlupakan

Taman Gantung Babilonia, Keajaiban Dunia yang Terlupakan
Taman Gantung Babilonia, Keajaiban Dunia yang Terlupakan

Taman Gantung Babilonia adalah salah satu bagian dari tujuh keajaiban dunia di masa lalu. Bersama taman satu ini, Anda juga bisa menemukan daftar keajaiban dunia lainnya seperti Piramida Mesir, Patung Zeus di Olympia, Halicarnassus Mausoleum, Colossus Rhodes, Kuil Artemis di Yunani, dan Pharos di Alexandria.

Dipercaya, taman satu ini dibangun oleh dinasti Raja Nebukadnezar  II yang hidup pada era 600 tahun sebelum masehi di kawasan Al Hillah, Iraq. Alasan kenapa sanga Raja membangun taman gantung satu ini adalah karena permintaan permaisurinya yang bernama Amytis Media.

Istri raja ingin agar istana menanam beberapa tanaman yang ada di kampung halamannya jaman dulu. Kemudian Sang Raja menyanggupinya dan membangunkan Taman Babilonia ini. Namun sayangnya keberadaan taman ini telah hancur. Yang tersisa hanya tinggal misterinya saja. Tak heran kalau Taman Gantung Babilonia ini mulai dilupakan.

Taman Gantung Babilonia, Keajaiban Dunia yang Terlupakan
Taman Gantung Babilonia, Keajaiban Dunia yang Terlupakan

Jejak Arkeologis yang Masih Sangat Misterius

Taman Babilonia ini merupakan satu-satunya titik tujuh keajaiban dunia yang tidak memiliki peninggalan rupa sama sekali. Karenanya jejak arkeologis dari bangunan kuno satu ini masih sangat misterius. Bahkan tak ada satupun sumber data arkeologis yang bisa menyatakan kalau taman ini benar-benar pernah dibangun.

Bahkan hingga abad ke 20,  keberadaan taman gantung satu ini masih belum bisa dibuktikan. Hanya saja teori yang realistis mulai bermunculan. Salah satu teori yang paling masuk akal dikeluarkan oleh seorang Arkeolog Inggris bernama Sir Leonard Woolley. Dia membuat teori struktur taman yang sangat detail dan banyak dipublikasikan saat ini.

Hanya Ada pada Manuskrip Kuno

Bukti keberadaan Taman Gantung Babilonia ini hanya ada pada sebuah manuskrip kuno yang pernah dibuat oleh seorang biarawan yang berasal dari wilayah Kasdim. Biarawan ini bernama Berossus yang hidup menjelang penutupan abad ke 4 sebelum Masehi.

Berossus sendiri merupakan seorang sejarawan yang berasal dari Yunani. Dalam pengembaraanya, dia mengaku melihat keberadaan sebuah taman gantung yang indah. Lengkap dengan ukuran dan apa saja yang ada di dalamnya.

Namun tidak dijelaskan bagaimana proses pembangunan taman tersebut dilakukan, atau bagaimana taman yang ada di jaman tersebut bisa sedemikian modern dari segi desainnya. Inilah yang menjadi landasan orang masa kini untuk terus melakukan penelitian terkait tama gantung satu ini.

Taman Gantung Babilonia, Keajaiban Dunia yang Terlupakan
Taman Gantung Babilonia, Keajaiban Dunia yang Terlupakan

Diyakini Berada di Wilayah Kota Baghdad, di Tepi Sungai Efrat

Beberapa peneliti yang sudah mendalami Taman Gantung Babilonia memiliki kesimpulan kalau taman gantung yang sangat misterius ini berada di Kota Baghdad. Hal ini mengingat keberadaan Kota Baghdad yang menjadi pusat peradaban manusia di masa lalu.

Lebih detailnya, para ahli berpendapat kalau lokasi titik taman gantung satu ini berada di dekat sungai Efrat. Bukan tanpa alasan, soalnya aliran air yang sangat canggih pada taman tersebut pastinya diambil dari jarak dekat. Kalau jaraknya terlalu jauh, debit air tidak akan mengalir.

Seorang peneliti dari Yunani yang bernama Diordorus Siculus berpendapat kalau taman gantung yang sangat populer ini memiliki panjang dan lebar yang simetris sekitar 122 meter. Ia bahkan juga menulis kalau taman satu ini cukup tinggi dengan tembok berukuran 25 meter.

Pada tahun 1899, seorang arkeolog yang berasal dari Jerman melakukan penelitian di wilayah selatan kota Bagdad, di dekat Sungai Efrat. Ilmuwan ini bernama Robert Koldewey. Dia menemukan sedikit bukti arkeologi yang memiliki kemiripan dengan teori Siculus. Hanya saja teori Koldewey banyak dimentahkan oleh arkeolog lain sehingga keberadaan Taman Gantung Babilonia ini masih menjadi misteri.